Radar Bandara Soekarno-Hatta Harus Diremajakan
Senin, 30 Agustus 2010 08:44 WIB
Penulis : Bunga Pertiwi
JAKARTA--MI: Dengan usianya yang lebih dari 14 tahun, sistem radar Bandar Udara Soekarno - Hatta (Bandara Soetta) tak dapat lagi bekerja maksimal.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Media Indonesia, Minggu (29/8), sistem radar Bandara Soetta sempat mengalami kerusakan pada 18 Maret 2004 dan 5 Juni 2009. Sistem radar kembali mengalami kerusakan pada pukul 09.10 WIB hingga pukul 09.40 WIB, Minggu (29/8).
Radar sempat mati selama setengah jam. Dari pukul 09.10 WIB sampai pukul 09.40 WIB. Penyebabnya masih diselidiki, ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti S Gumay, ketika dihubungi Media Indonesia.
Ia menuturkan, kendati sistem radar tak berfungsi, penerbangan tetap diatasi dengan sistem non radar alias manual. Kami atasi dengan sistem manual atau non radar yang agak lamban.
Pengaruh radar yang tidak berfungsi itu, menurut Herry, adalah tertundanya keberangkatan dan kedatangan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Humas Garuda Indonesia Pujobroto kepada Media Indonesia melalui pesan pendek. Akibat radar mati sekitar 30 menit, pengaruh yang terjadi hanya pada penundaan keberangkatan dan kedatangan pesawat, demikian isi pesan pendeknya.
Pujobroto juga menerangkan, delapan penerbangan Garuda mengalami keterlambatan antara 10 sampai 30 menit. Penerbangan dari Jakarta yang akan berangkat ke Denpasar, Balikpapan, Pangkalpinang, Ambon, dan Canton. Sedangkan yang menuju Jakarta yang mengalami keterlambatan kedatangan yaitu penerbangan dari Solo dan Semarang, terangnya.
Sementara itu, Pengamat Penerbangan Dudi Subagyo menyatakan bahwa sistem radar Bandara Soetta harus segera diremajakan. Saya tidak tahu radar jenis apa yang digunakan oleh Bandara Soetta. Yang pertama itu ada pada tahun 1985 dan sudah beberapa kali diganti. Kalau radar yang sekarang itu usianya sudah lebih dari 14 tahun dan perlu diremajakan, kata dia.
Dengan teknologi yang kian berkembang, sistem radar Bandara Soetta harus menggunakan teknologi terbaru. Bandara Soetta atau Cengkareng itu kan bandara internasional. Oleh karena itu harus ada radar berteknologi terbaru sesuai standar internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, jelasnya.
Ia menerangkan, ketika sistem radar terjadi gangguan, umumnya Bandara Soetta tidak dapat mengarahkan pesawat-pesawat yang tengah terbang lantaran tidak melihat posisi pesawat di radar. Kalai ini terjadi, biasanya bandara dapat meminta bantuan pada TNI Angkata Udara. Biasanya mereka bersinergi, tandasnya. (*/OL-3)
Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/30/165487/
38/5/Radar-Bandara-Soekarno-Hatta-Harus-Diremajakan







0 komentar pengunjung