Kamis, 10 Juni 2010 , 08:39:00
BALIKPAPAN-Umumnya, menjelang masuk liburan sekolah tahun ajaran baru, para orang tua sudah mulai sibuk menyiapkan paket libur untuk anak-anaknya, terutama usia sekolah. Berlibur ke luar kota menjadi konsumsi kebanyakan orang. Namun tampaknya, liburan kali ini bukan menjadi pilihan utama warga.
Pantauan Metro, hingga menjelang dimulainya musim liburan, lonjakan penumpang seperti lazim terjadi ditahun-tahun sebelumnya, hingga saat ini belum terlihat. Kabarnya, selain karena jarak liburan sekolah dan datangnya bulan ramadan terlampaui berdekatan, masa liburan yang berbeda tiap jenjang pendidikan, SD, SMP, SMA membuat permintaan Tiket Pesawat tujuan kota-kota wisata tempat berlibur, relatif masih normal.
Seperti yang dikemukan Sales Representative Sriwijaya Air, Meytta, kemarin. “Kemungkinan begitu sehingga (permintaan Tiket Pesawat dari calon penumpang) tidak terlalu banyak perbedaan dari (kondisi) biasanya,” jawabnya. Namun ia tidak menampik, harga sejumlah tiket penerbangan ke beberapa kota seperti tujuan Jakarta, Surabaya, Makassar rata-rata ia buka harga mulai Rp 500 ribuan atau sedikit lebih mahal dari harga saat kondisi normal.
Dan tujuan Palu melalui Sriwijaya Aor dibandrol mulai Rp 400 ribuan. Sedangkan untuk rute yang bukan menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan saat libur, cenderung dibuka dengan harga yang normal seakan menandakan minat wargamenghabiskan waktu libur, hingga saat ini, masih kecil. “Tujuan Tarakan dan Banjarmasin enggak ada kenaikan.
Harga seperti biasa mulai Rp 300 ribuan, tapi harga masih berubah setiap harinya sesuai available seat capacity,” beber wanita yang tengah menanti anak pertamanya. Hal senada juga disampaikan Area Sales Manager Mandala Airlines, S Setyo Nugroho, kemarin. Dalam penuturannya ia menyebut, mayoritas dominasi harga yang ia tawarkan merupakan harga normal.
Bahkan beberapa penumpangnya masih berkesempatan memperoleh harga tiket di bawah rata-rata alias harga promo. “Booked mulai ramai tapi untuk harga sampai saat ini belum ada kenaikan,” tuturnya. Kondisi ini bisa saja berubah mengingat hari libur tahun ajaran baru memang belum dimulai.
Sebaliknya, tawaran harga yang belum menggila ini justru menjadi kesempatan emas masyarakat bahwa berlibur kali ini tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra, berebut mendapatkan seat.(dra)
sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=37058
Pantauan Metro, hingga menjelang dimulainya musim liburan, lonjakan penumpang seperti lazim terjadi ditahun-tahun sebelumnya, hingga saat ini belum terlihat. Kabarnya, selain karena jarak liburan sekolah dan datangnya bulan ramadan terlampaui berdekatan, masa liburan yang berbeda tiap jenjang pendidikan, SD, SMP, SMA membuat permintaan Tiket Pesawat tujuan kota-kota wisata tempat berlibur, relatif masih normal.
Seperti yang dikemukan Sales Representative Sriwijaya Air, Meytta, kemarin. “Kemungkinan begitu sehingga (permintaan Tiket Pesawat dari calon penumpang) tidak terlalu banyak perbedaan dari (kondisi) biasanya,” jawabnya. Namun ia tidak menampik, harga sejumlah tiket penerbangan ke beberapa kota seperti tujuan Jakarta, Surabaya, Makassar rata-rata ia buka harga mulai Rp 500 ribuan atau sedikit lebih mahal dari harga saat kondisi normal.
Dan tujuan Palu melalui Sriwijaya Aor dibandrol mulai Rp 400 ribuan. Sedangkan untuk rute yang bukan menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan saat libur, cenderung dibuka dengan harga yang normal seakan menandakan minat wargamenghabiskan waktu libur, hingga saat ini, masih kecil. “Tujuan Tarakan dan Banjarmasin enggak ada kenaikan.
Harga seperti biasa mulai Rp 300 ribuan, tapi harga masih berubah setiap harinya sesuai available seat capacity,” beber wanita yang tengah menanti anak pertamanya. Hal senada juga disampaikan Area Sales Manager Mandala Airlines, S Setyo Nugroho, kemarin. Dalam penuturannya ia menyebut, mayoritas dominasi harga yang ia tawarkan merupakan harga normal.
Bahkan beberapa penumpangnya masih berkesempatan memperoleh harga tiket di bawah rata-rata alias harga promo. “Booked mulai ramai tapi untuk harga sampai saat ini belum ada kenaikan,” tuturnya. Kondisi ini bisa saja berubah mengingat hari libur tahun ajaran baru memang belum dimulai.
Sebaliknya, tawaran harga yang belum menggila ini justru menjadi kesempatan emas masyarakat bahwa berlibur kali ini tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra, berebut mendapatkan seat.(dra)
sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=37058







0 komentar pengunjung