Kamis, 10/06/2010 13:55:26 WIB
Garuda bidik load factor Jakarta-Amsterdam 75%
Oleh: Firman Hidranto
AMSTERDAM (Bisnis.com): Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan bisa memperoleh tingkat isian penumpang (load factor) rute Jakarta-Dubai-Amsterdam dan sebaliknya sebesar 75% hingga akhir tahun dengan menggenjot paket bisnis dan keluarga untuk rute baru tersebut.
Senior General Manager Europe dan Middle East Garuda Indonesia Iswandi Said mengatakan rute baru Garuda dari Jakarta ke Amsterdam itu setiap hari itu diharapkan bisa menjembatani penumpang dari Belanda yang ingin mengenang lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi di masa lalu selain juga menggaet penumpang usia muda.
“Oleh karena itu, kami segera meluncurkan sejumlah paket untuk menggenjot tingkat load factor hingga 75% hingga akhir tahun. Sebagai rute baru, tingkat BEP [break even point] mencapai 70%,” ujarnya kepada Bisnis.com kemarin.
Untuk mendukung rute baru itu, tambahnya, Garuda juga telah meluncurkan layanan immigration on board kepada penumpang.
Layanan itu berupa pengurusan dokumen keimigrasian di pesawat sehingga penumpang tidak perlu lagi antre di konter imigrasi di bandara kedatangan.
“Ini adalah bagian dari peningkatan layanan kami kepada penumpang. Mereka tidak perlu lagi melakukan antrean di konter imigrasi bila menggunakan penerbangan Garuda,” tambah VP Komunikasi Garuda Indonesia Pujo Broto.
Maskapai penerbangan nasional itu dalam meningkatkan layanannya juga merencanakan membuka rute baru di kota Eropa lainnya, seperti Frankfurt, Paris, dan Roma tahun depan seiring dengan datangnya sejumlah pesawat baru berbadan lebar untuk memperkuat armada BUMN penerbangan tersebut.
Presiden Haryono Tour & Travel Haryono Gondosoewito menyambut penerbangan kembali Garuda ke daratan Eropa.
“Kami pelaku industry travel menyambut gembira dengan pembukaan rute tersebut.”
Menurut dia, pelancong perorangan tentu akan melirik paket yang ditawarkan Garuda itu.
Namun, lanjutnya, khusus pelancong grup akan bersikap menunggu karena BUMN penerbangan itu belum memiliki destinasi lain di Eropa selain dari Amsterdam. Pendapat yang sama juga diungkapkan Andreas Sulaeman.
Menurut dia, paket wisata grup tentu ingin melakukan kunjungan wisata ke Eropa dengan seefisien mungkin. Misalnya, mereka masuk ke Amsterdam dan tentunya langsung dilanjutkan ke tujuan wisata belanja lainnya di kota Eropa lainnya seperti Paris atau Roma.
“Nah, persoalannya, mereka tentunya tidak mau kembali lagi ke Amsterdam karena mereka menggunakan Garuda. Ini tidak efisien. Oleh karena itu, kami mengharapkan Garuda segera membuka rute lain di Eropa untuk menangkap peluang pasar tersebut.” (wiw)
Sumber: Bisnis.Com
http://web.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id186441.html
berita airlines,
garuda indonesia
»
Garuda bidik load factor Jakarta-Amsterdam 75%







0 komentar pengunjung