Citilink Ekspansi Sumatera Pekan Depan
Garuda Indonesia > Citilink Ekspansi Sumatera Pekan Depan
RABU, 10 MARET 2010 | 18:50 WIB
JAKARTA, TRIBUN - Rencana Citilink Indonesia untuk melakukan ekspansi ke wilayah barat Indonesia bakal kesampaian pada pekan depan. Setelah mendapat suntikan dua unit pesawat Boeing 737- 300, anak usaha Garuda Indonesia itu akan membuat basis kedua yaitu di Jakarta.
Rencananya, Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pada 15 Maret nanti. Kemudian disusul rute-rute lainnya. "Pekan depan Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pp dua kali sehari. Itu awal dari rencana kita membuka hub di barat Indonesia," kata VP CBU Citilink Garuda, Joseph Saul di Jakarta, Rabu (10/3).
Setelah membuka rute tersebut, jelas Joseph, nantinya Citilink akan membuka rute Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Padang pada Mei mendatang. Sebelumnya, basis Citilink berada di Surabaya dengan penerbangan dari Surabaya ke berbagai daerah di Indonesia.
Setelah spin off dari Garuda, Citilink harus memiliki lima unit pesawat dan menguasai lima unit pesawat lainnya. Karena jumlah pesawat tersebut belum terpenuhi, maka maskapai ini masih memakai air operating certificate (AOC) dari Garuda.
Dari syarat lima kepemilikan pesawat tersebut, saat ini Citilink telah mengoperasikan dua unit pesawat dari hibah Garuda. Sementara tiga unit lainnya masih sewa. Ditargetkan tahun ini garuda akan menghibahkan tiga unit lagi sehingga Citilink tinggal menambah dua pesawat lainnya.
Menurutnya, sebenarnya hibah Garuda akan digenapkan menjadi lima unit. Namun hal itu terbentur dengan permasalahan kurangnya tenaga pilot. Maskapai lainnya juga menghadapi masalah yang sama, pada saat bisnis penerbangan berkembang, tidak diikuti dengan produksi pilot yang memadai.
Saat ini maskapai berkonsep low cost carrier (LCC) tersebut membutuhkan sebanyak 40 orang pilot. Untuk mengoperasikan seluruh pesawat setidaknya membutuhkan 80 orang kru kokpit, karenanya sambil menunggu calon pilot yang sedang dalam pendidikan, Citilink akan terus menambah wilayah pelayanannya.
Setelah menguasai rute-rute di bagian barat Indonesia, pertengahan tahun maskapai ini merencanakan untuk menambah basis di timur Indonesia. Kota Makassar disasar sebagai pusatnya. Dari kota Makassar, jelasnya, nantinya Citilink akan melayani penerbangan di Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Maluku.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri Sunoko mengatakan, pihaknya tidak memberikan batas waktu kepada Citilink untuk mendapatkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) sebagai syarat agar mendapatkan izin terbang.
"Tidak ada batas waktu pengajuan SIUP. Tetapi SIUP bisa didapatkan setelah Citilink memenuhi syarat Undang Undang No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan," kata Tri.
Menurutnya, setidaknya Citilink harus memiliki lima pesawat dan menguasai lima lainnya agar mendapatkan SIUP.(Persda Network/ewa)
Rencananya, Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pada 15 Maret nanti. Kemudian disusul rute-rute lainnya. "Pekan depan Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pp dua kali sehari. Itu awal dari rencana kita membuka hub di barat Indonesia," kata VP CBU Citilink Garuda, Joseph Saul di Jakarta, Rabu (10/3).
Setelah membuka rute tersebut, jelas Joseph, nantinya Citilink akan membuka rute Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Padang pada Mei mendatang. Sebelumnya, basis Citilink berada di Surabaya dengan penerbangan dari Surabaya ke berbagai daerah di Indonesia.
Setelah spin off dari Garuda, Citilink harus memiliki lima unit pesawat dan menguasai lima unit pesawat lainnya. Karena jumlah pesawat tersebut belum terpenuhi, maka maskapai ini masih memakai air operating certificate (AOC) dari Garuda.
Dari syarat lima kepemilikan pesawat tersebut, saat ini Citilink telah mengoperasikan dua unit pesawat dari hibah Garuda. Sementara tiga unit lainnya masih sewa. Ditargetkan tahun ini garuda akan menghibahkan tiga unit lagi sehingga Citilink tinggal menambah dua pesawat lainnya.
Menurutnya, sebenarnya hibah Garuda akan digenapkan menjadi lima unit. Namun hal itu terbentur dengan permasalahan kurangnya tenaga pilot. Maskapai lainnya juga menghadapi masalah yang sama, pada saat bisnis penerbangan berkembang, tidak diikuti dengan produksi pilot yang memadai.
Saat ini maskapai berkonsep low cost carrier (LCC) tersebut membutuhkan sebanyak 40 orang pilot. Untuk mengoperasikan seluruh pesawat setidaknya membutuhkan 80 orang kru kokpit, karenanya sambil menunggu calon pilot yang sedang dalam pendidikan, Citilink akan terus menambah wilayah pelayanannya.
Setelah menguasai rute-rute di bagian barat Indonesia, pertengahan tahun maskapai ini merencanakan untuk menambah basis di timur Indonesia. Kota Makassar disasar sebagai pusatnya. Dari kota Makassar, jelasnya, nantinya Citilink akan melayani penerbangan di Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Maluku.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri Sunoko mengatakan, pihaknya tidak memberikan batas waktu kepada Citilink untuk mendapatkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) sebagai syarat agar mendapatkan izin terbang.
"Tidak ada batas waktu pengajuan SIUP. Tetapi SIUP bisa didapatkan setelah Citilink memenuhi syarat Undang Undang No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan," kata Tri.
Menurutnya, setidaknya Citilink harus memiliki lima pesawat dan menguasai lima lainnya agar mendapatkan SIUP.(Persda Network/ewa)





















Poskan Komentar
Bagi anda yang tidak memiliki yahoo messenger/fb, silahkan post disini, tinggalin alamat email dan kami akan reply ASAP. Kami juga mengarapkan testimonial:)